Indonesia Sports Summit 2026 menempatkan satu gagasan di pusat pembahasan: olahraga adalah investasi, bukan biaya. Arahan Menteri Pemuda dan Olahraga itu mendorong kementerian bergeser dari penyerap anggaran menjadi penggerak investasi di sektor olahraga.
Kontribusi olahraga terhadap produk domestik bruto saat ini diperkirakan sekitar 0,5 persen. Para pembicara menilai angka tersebut masih jauh dari potensi, mengingat besarnya basis penggemar, jumlah event partisipatif yang terus bertambah, dan tumbuhnya industri apparel lokal.
Tiga pekerjaan rumah
Diskusi mengerucut pada tiga hal: pengelolaan aset olahraga yang lebih produktif, pelibatan swasta dalam event partisipatif, dan penguatan spectator sports agar laga domestik layak ditonton dan layak disponsori.
Data sebagai prasyarat
Sejumlah peserta menyoroti pentingnya data yang dapat diverifikasi. Tanpa data jumlah atlet, klub, dan transaksi yang andal, investor sulit menilai skala pasar. Platform identitas atlet dan kalender event nasional disebut sebagai fondasi yang perlu dibangun lebih dulu.
Sponsor tidak membeli logo di papan iklan. Mereka membeli penonton yang bisa dihitung.


